Jumat, 28 Desember 2012

Indahnya “Tanah Gersang” Gunungkidul


Saya ingat betul pada waktu semester 3, ketika pembelajaran mata kuliah dosen X. Sebelum perkuliahan dimulai, dosen memperkenalkan diri dan mahasiswa juga balik memperkenalkan diri mereka kepada dosen tersebut. Tiba giliran saya, Saya Nurul Hanifah Astuti, dari Gunungkidul. Apa reaksi dosen tersebut? Balik bertanya kepada saya “Sudah mandi belum??”,,, teman-teman tertawa, saya hanya tersenyum kecut, tanpa menjawab.
Tanah kelahiranku, Gunungkidul, memang terkenal karena tanahnya yang gersang. Ketika musim kemarau, di daerah-daerah tertentu di Gunungkidul mengalami krisis atau kekurangan air bersih. Namun di balik kekurangannya itu, saya patut berbangga karena ternyata tanah kelahiranku ini begitu kaya, kaya akan potensi wisatanya : wisata Pantai (Pantai Baron, Krakal, Kukup, Drini, Siung, Sundak, Sepanjang, Indrayanti, Sadeng, Wediombo, Ngrenehan, Ngobaran, dan pantai-pantai lain yang masih perawan), wisata karst dan minat khusus petualangan seperti panjat tebing, wisata susur goa (Cerme, Seropan, Bribin, Grubug, Jomblang dan Kalisuci, serta wisata sejarah dan religius (goa Rancang Kencono, goa Braholo, dan goa Maria Tritis). Banyak kan??
Memang. Dibalik sebuah kekurangan, Allah SWT telah memberikan kelebihan yang luar biasa, Allahuakbar...!!!



Makanan ekstrim ala Gunungkidul


ungkrung goreng yg lezat, hati-hati bagi yg alergi
Mungkin anda bertanya-tanya, gambar apakah di atas? Makanan apa yang tersaji di piring? Siapkan jantung anda, jangan kaget atau bahkan syok, hehe. Yang ada di gambar diatas adalah makhluk hidup tapi sudah mati karena telah dimasak. Pertanyaannya? Makhluk hidup apakah itu???
Masyarakat Gunungkidul biasa menyebutnya “ungkrung”, atau dalam bahasa Indonesianya kepompong. Yap,, makanan ini merupakan lauk yang amat sangat lezat bagi sebagian masyarakat Gunungkidul, bahkan lebih lezat dari ayam leghorn (kata Bapak saya).. Bagi yang penasaran silahkan membuktikan..!! hee. Lalu bagaimana cara memasak makanan ini? Ini saya beri resep yang saya dapat dari Bapak saya :
1.      Siapkan bahan yaitu ungkrung, dan juga bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, daun salam, garam, gula jawa) secukupnya
2.      Ungkrung dicuci bersih dengan air yang juga bersih
3.      Bumbu (bawang putih, bawang merah, ketumbar) ditumbuk/ dihaluskan
4.      Masukkan ungkrung ke dalam panci atau wajan
5.      Tuangkan bumbu halus dan tambahkan air secukupnya
6.      Tambahkan lengkuas dan daun salam, rebus sampai airnya habis
7.      Siap dihidangkan, jika ingin digoreng maka tinggal digoreng dalam api sedang
8.      Siap disantap bersama keluarga
Itu dia resep ungkrung bacem, silahkan dicoba.. dijamin maknyuss,,,

Kamis, 27 Desember 2012

Sahabat sejati,,,


Sahabat...
Di Alkid, 11 Februari 2011

Saat kuliah, 13 Oktober 2010

Eksis,,

Di pasar Prambanan, 31 Oktober 2010

Warna-warni cerah ceria, 22 Oktober 2010

Menunggu kuliah,,

Ingatkah kalian masa-masa indah itu... 

Sahabat adalah ..

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan                       
Ujung perjalanan ini                                                          
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini