Senin, 14 Januari 2013

PAH Patuk Gunungkidul


Mata kuliah yang diajarkan di Jurusan Kesehatan Lingkungan, salah satunya adalah mata kuliah PAPLC (Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair). Pada semester 3, kami banyak melakukan kunjungan lapangan ke beberapa tempat antara lain IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Sewon Bantul, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kebumen, PDAM Klaten, PDAM Nogotirto, dan PAH (Penampungan Air Hujan) Patuk. Saya akan membahas salah satunya yaitu mengenai PAH di Patuk, Gunungkidul. 

Data Kunjungan :
PAH adalah singkatan dari Penampungan Air Hujan. Yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk menampung air hujan. Pada era 1980-an, PAH sudah mulai dibangun oleh pemerintah, PLAN Internasional, dan UNICEF di kawasan karst Gunungkidul. Masyarakat di kecamatan Tepus, Rongkop, Tanjungsari, Purwosari, Semanu, Panggang  dan Patuk Kabupaten Gunungkidul telah sejak lama memanfaatkan air hujan sebagai salah satu sumber air.
PAH dibangun di daerah yang kesulitan sumber air bersih, seperti di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Sebenarnya di daerah Patuk terdapat juga sumber air yang lain, antara lain :
1.    PMA (Perlindungan Mata Air)
2.    PDAM Bunder (perpipaan) dimana aliran Sungai Oya dibendung lalu diolah untuk selanjutnya didistribusikan ke masyarakat sekitar.
3.    Sumur gali
Namun karena topografinya adalah daerah pegunungan kapur sehingga air pada sumur gali baru ditemukan pada kedalaman sekitar 15 - 18 m. Hal itu tentu menyulitkan warga dalam penyediaan air bersih. Maka solusinya, masyarakat menggunakan air hujan.
PAH yang kami kunjungi berada di Dusun Wonosari, Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. PAH berjumlah 27 unit, 1 unit PAH merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibangun sebelum tahun 2008. Sedangkan setelah tahun 2008,  mendapatkan bantuan dari Palang Merah Indonesia dan hibah Palang Merah Jepang sebanyak 26 unit PAH.  Satu PAH harganya sekitar Rp. 6.000.000,00 untuk materialnya, sedangkan proses pelaksanaannya (tenaga) atas swadaya masyarakat secara gotong royong. 

Pemanfaatan air hujan untuk :
1.   Memasak dan Minum
2.   Mencuci
3.   Membersihkan lingkungan
4.   Minum ternak
   (Pemanfaatan tergantung ketersediaan air dari PAH)
PAH yang dibangun berbentuk elips, dengan volume yang bervariasi, rata-rata volumenya 8000 m3. PAH sangat penting fungsinya sebagai alternatif sumber air di daerah sulit sumber air seperti di daerah Desa Semoyo, Patuk tersebut, atau dalam kata lain, PAH mengurangi beban masyarakat dalam penyediaan air bersih. Masing-masing PAH rata-rata dipakai oleh 3-6 kepala keluarga tergantung padatnya pemukiman di sekitar PAH.
PAH di Desa Semoyo murni menampung air hujan, namun jika air hujan tidak memenuhi kebutuhan, maka menggunakan mata air dengan cara mengalirkan melalui pipa. Hal ini untuk mengantisipasi ketika musim kemarau dimana hujan tidak turun.
Proses masuknya air hujan ke penampungan :
1.    Air hujan dialirkan melalui talang
2.    Talang masuk ke menhole atau lubang di atas bangunan PAH berukuran 50 cm2,
3.    Di dalamnya terdapat koral dan strimin (saringan) yang berfungsi sebagai filter, sehingga air hujan yang masuk sudah dalam keadaan bersih
Kualitas air hujan :
1.   Kualitas air hujan di Indonesia khususnya kawasan non industri, masih relatif bagus untuk digunakan sebagai sumber baku air domestik.
2.   Belum banyak terjadi proses pencemaran baik dari atmosfir/polusi udara ataupun permukaan benda-benda kotor.
 Agar kualitasnya senantiasa baik, perlu dilakukan beberapa tindakan untuk menjaga kualitas air hujan dalam PAH.
Batas syarat maksimum air bersih :
o  Total Coliform < 50
o  Cali Tinja : 0
o  Air minum
o  Total Colifarm : 0
o  Cali Tinja : 0

Menjaga kualitas air PAH :
1.   Air hujan masuk harus bersih.
       Pastikan talang dan pipa harus terjaga kebersihannya, agar air yang masuk juga dalam keadaan bersih
       Jangan masukkan air hujan 10 menit pertama.
2.   Hindari Pencemaran ke bak PAH
       Filter, tutup PAH dan tutup peluap senantiasa terpasang baik untuk menghindari masuknya pencemar/kotoran.
       Lakukan pengecekan air dan pengurasan/pembersihan rutin.
3.   Pengambilan air
       Pengambilan air untuk mencuci dan minum melalui kran pengambilan setelah air terjadi proses pengendapan (kira-kira selang 1 jam dari akhir hujan)
       Bila perlu, lakukan proses penjernihan dan pemurnian (saringan pasir, tawas, kaporit).
Cara menggunakan air PAH :
1.    Untuk Memasak dan Minum
          Setelah mendapatkan air bersih dari PAH, air dididihkan/dimasak lebih dulu sebelum diminum.
2.   Untuk Mencuci dan Lainnya
          Air yang telah dijernihkan atau langsung dari PAH bisa digunakan untuk mencuci dan membersihkan.
Potensi masalah kesehatan PAH :
1.   Disebabkan kualitas air (Diare oleh bakteri E.Coli, lumut dan bau air kurang enak)
2.   Disebabkan binatang (DB oleh Nyamuk Aedes Agepty dan jentik).
3.   Disebabkan sanitasi (Bau karena sanitasi yang kurang baik).
Pencegahan timbulnya masalah kesehatan :
a.      Memasang semua perlengkapan PAH secara benar.
b.      Merebus air sebelum di minum.
c.      Memberikan abate dan desinfektan.
d.      Memeriksa kondisi air dan membersihkan instalasi PAH secara rutin.
e.      Membuat saluran atau parit di lingkup PAH.
                   Strategi perawatan PAH :
a.    Musim Kemarau
1)    Melepas dan menyipakan instalansi talang dan pipa penangkapan air hujan.
2)    Menutup lubang masuk dengan papan kayu dan peluap dengan filter yang masih terpasang.
3)    Penghematan penggunaan air, dimana air digunakan untuk kebutuhan pokok saja.
4)    Menyisakan air perawatan setinggi 10 cm dalam PAH dengan harapan jika PAH terlalu lama kena sinar matahari tidak dapat pecah.
b.    Musim Penghujan
1)    Memasang talang dan pipa penangkapan air hujan sebelum hujan datang
2)    Mengfungsikan pengalihan air hujan / pralon dari talang dimana air hujan pertama / 10 menit pertama jangan dimasukkan ke PAH karena masih banyak kotoran dari atap rumah.
3)    Membersihkan atap rumah dan talang serta bak PAH secara rutin.
4)    Membersihkan lingkungan PAH agar tidak ada genangan air yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk penyebar penyakit.
Pemeliharaan atau peran serta masyarakat :
·         Perawatan PAH menjadi tanggungjawab kelompok.
·         Kebersihan PAH dan lingkungannya semua kelompok
·         Ada kesepakatan awal, bahwa :
Dibuat bersama
Dimiliki bersama
Dimanfaatkan bersama
Dijaga dan dirawat bersama
Program atau dukungan Dinas Kesehatan terkait dengan PAH :
o   Petugas Sanitarian Puskesmas.
o   Penyuluhan Kesehatan.
o   Pengecekan sample air.
o   Penanggulangan DBD.
o   Kesehatan Rumah dan Lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar